Jurus Ampuh Menjemput Jodoh

Berbicara tentang jodoh, pasti yang kini masih melajang merasa hal ini sangatlah menyakitkan. Orang yang diidam-idamkan untuk melengkapi hidupnya tak kunjung datang. Tapi,  tidak usah khawatir. Masalah jodoh sudah diatur oleh Allah Ta’ala. Untuk itu, masalah jodoh serahkan saja kepada-Nya.

Berikut beberapa nasihat bila jodoh tak kunjung datang ;

1. Niat dan usaha yang baik

Pertama adalah niat yang ikhlas. Tujuan menikah adalah beribadah, semakin mendekkatkan diri kepada-Nya. Kalau kita sudah berniat baik untuk mencari jodoh tidak cukup hanya niat ikhlas. Tetapi harus diikuti dengan langkah-langkah atau usaha yang baik sesuai tuntunan syariat dalam mewujudkan niat tersebut. Seperti, mencari ilmu tentang perjodohan, pernikahan atau menabung untuk biaya pernikahan.

2. Tawakal kepada Allah Ta’ala

Serahkan segalanya kepada Allah Ta’ala. Tawakal itu harus berkhusnuzhon kepada-Nya. Pada dasarnya, Allah menghendaki kita menikah. Karena menikah merupakan perbuatan baik. Tidak mungkin Allah menjerumuskan kita kepada hal-hal yang tidak baik. Kita sudah meniatkan untuk itu dan merasa sudah tawakal kepada Allah. Tapi ternyata, kita lebih sering tidak khusnuzhon kepada Allah. Padahal Allah selalu menginginkan segala kebaikan kepada kita. Hanya kita tidak menyikapi kebaikan Allah itu dengan baik.

3. Menjalankan amalan

Puasa sunnah, shalat dhuha, shalat tahajjud, memperbanyak sedekah dan memperbanyak amal shalih lainnya. Tapi jangan niat puasa sunnah atau ibadah lainnya semata-mata untuk mencari jodoh melainkan niatkan untuk beribadah kepada Allah. Shalat tahajjud dan banyak berdoa kepada Allah Ta’ala. Dibolehkan menyebutkan amalan-amalan yang sudah dilakukan dalam doa kita. Misal, “Ya Allah semoga amal puasa yang sudah hamba lakukan, dapat menyegerakan jodoh yang terbaik menurut Engkau.” Banyak Istighfar. Banyak berinfak dan amal ibadah lainnya.

4. Jangan putus asa

Dan jangan pernah berputus asa. “Dan apabila Kami berikan kesenangan kepada manusia niscaya berpalinglah dia; dan membelakang dengan sikap yang sombong; dan apabila Dia ditimpa kesusahan niscaya dia berputus asa,” (QS. al-Israa:83). Berputus asa akan membuat kita terputus dari rahmat Allah Ta’ala. Putus asa sering dipicu karena kita memiliki sedikit saja prasangka buruk kepada Allah. Misalnya, seorang wanita sudah merasa Allah Ta’ala menjadikan dia perawan tua, karena hingga usia yang sudah cukup matang namun jodoh masih tak kunjung tiba. Maka Allah pun menjadikannya seperti itu. Namun jika dia optimis, Allah Ta’ala pasti akan menolongnya. Intinya, tetap berhusnudzan kepada-Nya karena Dia lah Yang Maha Tahu mana yang terbaik bagi hamba-Nya

5. Mengubah pemahaman perjodohan

Selama ini ada kecenderungan pihak pria memiliki hasrat untuk mencari jodoh. Begitu juga dengan wanita yang memiliki kecenderungan menunggu jodoh. Tidak ada salahnya kalau seorang wanita berinisiatif mencari jodoh. Sebagaimana Khadijah ra mengajukan diri kepada Nabi Muhammad SAW. Dalam Islam hal ini bukanlah hal yang tabu dan diperbolehkan.

Pria yang ingin jodoh mencari jodoh, maka harus melakukan perbaikan diri, seperti penampilan, keilmuan dan tanggung jawab materi. Begitu juga dengan wanita yang sedang menunggu atau mencari jodoh. Selain penampilan adalah keterampilan dan keilmuan. Zaman sekarang tidak hanya pria yang wajib menanggung beban biaya pernikahan, tapi wanita juga bisa turut andil membantu laki-laki dalam mempersiapkan pernikahan karena secara ekonomi mungkin wanita lebih besar pendapatannya.Kita tahu bagaimana, Siti Khadijah ra yang tertarik lebih dulu kepada Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam. Waktu itu beliau belum mendapat tugas kerasulan. Tapi karena keluhuran akhlaknya, maka Khadijah pun ingin menjadikan Muhammad sebagai suaminya. Soal biaya, jelas Khadijah mampu karena dia seorang janda yang kaya raya. Kondisi sekarang, banyak pria yang sudah siap secara fisik dan keilmuan, tapi dana belum mencukupi.

6. Meminta bantuan orang tua, keluarga atau orang lain.

Selama ini orang tua selalu menanyakan kapan kita akan menikah. Sekarang kita balik dengan meminta orang tua untuk mencarikan jodoh buat kita. Bisa juga meminta bantuan saudara, atau teman. Tentunya mereka yang dimintai bantuan sudah paham dengan kriteria jodoh yang kita inginkan. Atau, kita membantu orang lain untuk menjemput jodoh. Karena ada hadits yang menyatakan, muslim yang baik adalah yang bermanfaat bagi muslim lainnya. Insya Allah dengan banyak membantu orang lain untuk menjemput jodohnya, maka Allah Ta’ala akan menyegerakan bertemu dengan jodoh kita.

Intinya bagaimana kita menyikapi bila jodoh tak kunjung datang adalah jangan pernah sedikit pun kita berprasangka buruk kepada Allah SWT. Jangan pernah putus meminta dan berdoa hanya kepada-Nya. Yakinlah itu adalah yang terbaik menurut-Nya.

Allah Ta’ala berfirman, “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula),” (QS. An-Nur: 26).

(islampos)

::Kuliah Pra Nikah Online::

http://www.menikah-islami.blogspot.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s